Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah Banten

Ki Mawuk: Ulama Keturunan Banten di Mauk dan Jejak Sejarahnya

Ki Mawuk: Ulama Keturunan Banten di Mauk dan Jejak Sejarahnya Ki Mawuk: Ulama Keturunan Banten Jejak Sejarah di Mauk dan Sekitarnya Kisah lengkap Ki Mawuk, keturunan Pangeran Banten yang berdakwah di pesisir Tangerang. Jejak perjuangan spiritual dan silsilah keluarga ulama yang mengakar di Mauk. Asal Usul dan Silsilah Pangeran Mawuk Dalam versi Naqobah , disebutkan bahwa Pangeran Arya Abdul Alim memiliki tiga putra: Pangeran Muhammad Gadjih Pangeran Aria Ing Ngawangga Pangeran Muhammad Chan, yang dikenal sebagai Pangeran Mawuk Pangeran Mawuk diyakini sebagai tokoh penerus dari jalur tersebut yang bermukim dan berdakwah di kawasan Mauk, menjadikannya pusat aktivitas keagamaan, sosial, dan pendidikan Islam. Jejak Dakwah di Pesisir Mauk Istri dari Pangeran Mawuk adalah seorang perempuan Muslim Tionghoa dari kawasan pesisir Teluk Naga yang hijrah ke...

Jejak Sejarah Pangeran Abdul Alim, Putra Sultan Ageng Tirtayasa: Laksamana Laut dan Ulama Pesisir Utara Tangerang

Gambar
Jejak Sejarah Pejuang dan Ulama di Mauk Jejak Sejarah Pejuang dan Ulama di Mauk Sultan Ageng Tirtayasa dan Anak-anaknya Sultan Ageng Tirtayasa (Abul Fath Abdul Fattah, 1651–1683) adalah Sultan besar Kesultanan Banten yang gigih melawan kolonial VOC. Putra-putra beliau antara lain: Sultan Haji Pangeran Arya Abdul Alim Pangeran Sugiri (Sogiri) Pangeran Arya Ingayadadipura Sebagian besar putra beliau tidak kembali ke istana, melainkan menyebar ke wilayah pesisir dan pedalaman sebagai pejuang dan penyebar Islam. Jejak mereka hidup dalam ingatan masyarakat, meskipun kurang tercatat dalam literatur resmi.. Pangeran Abdul Alim: Laksamana Laut dan Tokoh Perlawanan Pangeran Arya Abdul Alim dikenal sebagai Laksamana Laut Kesultanan Banten , bermarkas di Tanara , muara Sungai Ciujung. Ia melanjutkan perjuangan Sultan Ageng bersama Pangeran Arya Ingayadadipura dan Syekh Ciliwulung. Menurut Primbon Arya Parahiyangan , wilayah Mauk, Tan...