Ki Mawuk: Ulama Keturunan Banten di Mauk dan Jejak Sejarahnya

Ki Mawuk: Ulama Keturunan Banten di Mauk dan Jejak Sejarahnya

Ki Mawuk: Ulama Keturunan Banten

Jejak Sejarah di Mauk dan Sekitarnya

Kisah lengkap Ki Mawuk, keturunan Pangeran Banten yang berdakwah di pesisir Tangerang. Jejak perjuangan spiritual dan silsilah keluarga ulama yang mengakar di Mauk.

Asal Usul dan Silsilah Pangeran Mawuk

Dalam versi Naqobah, disebutkan bahwa Pangeran Arya Abdul Alim memiliki tiga putra:

  1. Pangeran Muhammad Gadjih
  2. Pangeran Aria Ing Ngawangga
  3. Pangeran Muhammad Chan, yang dikenal sebagai Pangeran Mawuk
  4. Pangeran Mawuk diyakini sebagai tokoh penerus dari jalur tersebut yang bermukim dan berdakwah di kawasan Mauk, menjadikannya pusat aktivitas keagamaan, sosial, dan pendidikan Islam.

Jejak Dakwah di Pesisir Mauk

Istri dari Pangeran Mawuk adalah seorang perempuan Muslim Tionghoa dari kawasan pesisir Teluk Naga yang hijrah ke pesisir Tanjung Kait dengan ayahnya, dalam rangka dakwah menyebarkan agama Islam di pesisir utara Tanjung Kait. Beliau memainkan peran penting dalam membimbing masyarakat lokal, termasuk memelihara nilai-nilai Islam di tengah situasi penjajahan dan perubahan sosial yang besar.

Keturunan Pangeran Muhammad Chan (Pangeran Mawuk)

Didapatkan nama Ahmad Sholeh / Ahmad Awuk, yakni putra dari Pangeran Muhammad Chan dan Cie Lie Ning Roudhoh Chan. Dalam sejarah masyarakat, nama 'Mauk' sendiri diyakini diambil dari nama beliau: Ki Mawuk / Ahmad Awuk / Ahmad Sholeh.

Kaitannya dengan Tokoh Lain di Mauk

  • Pangeran Kali Mangun Jaya Kusuma : Tokoh perjuangan yang pernah menetap di Rawa Kalem, Kampung Gunung
  • Raden Saip Suradipa, Nyimas Lasminingpura, Nyimas Melati, Raden Lukman : Tokoh Pejuang di Pesisir Utara keturunan dari Raden Aria Kabal
  • Wedana Mauk (Pejabat Koloial) : Rd. Anta Kusumah, disebut sebagai Pejabat kolonial pertama di Mauk
  • Buyut Mauk : Tokoh Tionghoa yang dimakamkan di Mauk. Hingga kini, data nama asli dan keturunannya masih belum terkonfirmasi secara jelas.
  • Penegasan ini penting agar tidak terjadi kesalahan identifikasi antara Ki Mawuk, Wedana Mauk, dan Buyut Mauk.

Peran Spiritual dan Kultural

Peran Ki Mawuk tidak hanya dalam bidang dakwah, tapi juga dalam membentuk identitas kultural masyarakat pesisir utara. Tradisi manaqib, dan halaqah-halaqah ilmu di berbagai kampung menjadi warisan tak tertulis dari perjuangan beliau.

Jejak Makam dan Penerus

  • Keturunan yang tersebar di Mauk dan Tanara
  • Makam Ahmad Awuk/Ahmad Sholeh/Ki Mawuk masih tertata rapih di Kp. Jenggot dekat Tanara
  • Peninggalan cerita lisan dan manuskrip keluarga

Kesimpulan

Ki Mawuk adalah simbol persilangan sejarah Islam, dakwah, dan budaya lokal di pesisir Banten. Namanya hidup bukan hanya dalam catatan silsilah, tapi juga dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Mauk hingga saat ini..

Baca juga: Jejak Sejarah Pejuang dan Ulama di Mauk

Ditulis oleh: Majlis Assyadziliyah Mauk

© 2025 Majlis Assyadziliyah Mauk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Sejarah Pangeran Abdul Alim, Putra Sultan Ageng Tirtayasa: Laksamana Laut dan Ulama Pesisir Utara Tangerang

Sejarah Pejuang dan Ulama Mauk: Pangeran Kali Mangun & Keturunan Raden Aria Kabal