Sejarah Pejuang dan Ulama Mauk: Pangeran Kali Mangun & Keturunan Raden Aria Kabal
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jejak Sejarah Pejuang dan Ulama di Mauk
Pangeran Kali Mangun Jaya Kusuma dan Keturunan Rd. Aria Kabal
Perjuangan di Wilayah Mauk
Wilayah Mauk, yang kini berada di Kabupaten Tangerang, menyimpan sejarah penting perjuangan dakwah Islam dan pergerakan bangsawan Banten. Salah satu tokoh yang dikenal adalah Pangeran Kali Mangun Jaya Kusuma. Beliau menetap di Rawa Kalem, Kampung Gunung dan menjadikan tempat tersebut sebagai pusat dakwah. Saat wafat, jenazah beliau dibawa ke Bogor dan dimakamkan di sana.
Namun perjuangan di Mauk tidak beliau lakukan seorang diri. Bersama beliau, turut berperan putra-putri dari Raden Aria Kabal, salah satu tokoh penting yang bermukim di Kali Pasir, Tangerang.
Keturunan Raden Aria Kabal
Raden Aria Kabal, tokoh bangsawan dari Kali Pasir, Tangerang, memiliki keturunan yang berperan dalam perjuangan di Mauk:
- Raden Saip Suradipa
- Nyi Mas Lasmining Pura
- Nyimas Melati (Lasmining Puri)
- Raden Lukman
Nyimas Melati dikenal sebagai sosok perempuan cerdas dan tegas, meskipun tidak menikah dan tidak memiliki keturunan kandung. Beliau berperan besar dalam pendidikan generasi muda saat itu.
Makam Raden Aria Kabal
Raden Aria Kabal sendiri dimakamkan di Kali Pasir, Tangerang, tepat di belakang Masjid Tertua di Tangerang—sebuah lokasi sakral yang menjadi bagian dari sejarah penyebaran Islam di kawasan tersebut
Nasab Pangeran Arya Abdul Alim (Versi Naqobah)
Pangeran Arya Abdul Alim memiliki tiga putra yang dikenal dalam sejarah Banten:
- Pangeran Muhammad Gadjih
- Pangeran Aria Ing Ngawangga
- Pangeran Muhammad Chan (Pangerang Mawuk)
Tiga Tokoh Legendaris Mauk: Siapa Mereka Sebenarnya?
- Ki Mawuk: Seorang tokoh keturunan bangsawan Banten, yang berasal dari jalur Pangeran Abdul Alim, Putra dari Pangerang Awuk dan Istrinya berasal dari Teluk Naga (Tionghoa Muslim) yang hijrah ke pesisir Tanjung Kait. Namanya diabadikan menjadi nama wilayah Mauk.
- Wedana Mauk: Bukan tokoh adat atau ulama, melainkan pejabat kolonial yang ditugaskan di wilayah Mauk.Pejabat kolonial pertama di Mauk, yaitu Raden Anta Kusumah(1870–1874).
- Buyut Mawuk: Tokoh Tionghoa yang dimakamkan di Mauk, namun data lengkap tentang dirinya masih minim.
Penutup
Wilayah Mauk memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan, dakwah, dan persilangan budaya. Kisah tokoh-tokoh seperti Pangeran Kali Mangun Jaya Kusuma, Nyimas Melati, dan Ki Mawuk mencerminkan identitas lokal yang perlu dijaga dan diwariskan.
Daftar Wedana Mauk (1870–1942)
Berikut adalah daftar para Wedana Mauk dari zaman kolonial:
- Rd. Anta Kusumah (1870–1874)
- Mas Kasim (1874–1887)
- Rd. Moh. Suradiningrat (1887–1894)
- Rd. Hasan (1894–1903)
- Rd. Kanduruan Suradi Kusumah (1903–1908)
- Raja Sabarudin (1908–1909)
- Rd. Mas Wangsa Atmaja (1911–1916)
- Moh. Sanik (1916–1917)
- Rd. Suriaatmaja (1917–1918)
- Mas Yudoatmojo (1918–1921)
- Mas Wirodimejo (1921–1924)
- Rd. Sutandoko (1924–1929)
- Rd. Jayusman (1929–1933)
- Rd. M. Tabri Danusaputra (1933–1934)
- M. Sutadisastro (1934–1935)
- M. Moh. Denda Wacana (1936–1937)
- Rd. Kartaamiharja (1937–1939)
- Rd. Adiamijaya (1939–1942)
Ditulis oleh: Majlis Assyadziliyah Mauk
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar